Kamis, 09 Februari 2017

Celotehku Hari Ini Part 6

Jika dengan berpikir aku ada, maka dengan menulislah aku mengabadikan keberadaanku. Aku tahu aku pernah menyimpannya di suatu tempat dalam kepala. Membentangkannya jadi uraian memanjang yang terjalin satu sama lain, seperti layaknya dalam badan kaset, ialah pita yang merekam cerita kita.

Kenangan Celotehku Hari Ini Part 6


Aku tahu aku pernah menyimpannya, tapi tak kutemukan juga meski kucari ke sini dan ke sana. “Mungkin ia memang tak pernah benar-benar tersimpan di dalamnya” bisa jadi. Aku pun sadar aku kurang pandai menatanya sehingga bisa saja ia tercecer keluar kepala.  “Atau mungkin belum dicari di tempat yang tepat” bisa jadi. Terlebih gelapnya kepala terlampau pekat sehingga tanpa disadari, terdapat bagian-bagian yang terlewat. Namun, sekarang aku ingin beristirahat sebelum mencari ulang dengan lebih cermat.

Aku memimpikan sebuah wadah yang teramat kedap. Tempat menyimpan kenang-kenangan agar tak serta-merta menguap dan tak jatuh berceceran lalu hilang tanpa jejak. Badannya dari kaca bening tak terlalu besar hingga dapat selalu kujinjing. Bisa kututup dan kubuka kapanpun aku suka isinya pun tampak jelas oleh mata, hingga aku tahu yang mana ada di mana lalu dengan mudah kuraih isinya.

Aku memimpikan sebuah wadah untuk cerita kita wahai sahabat, wahai teman, wahai orang-orang yang dulu pernah bersama-sama.

Aku ingin tak sekadar menghubungi kalian saat uang sakuku menipis menuju terkuras habis.

Aku ingin tak sekadar memaparkan bahwa aku menghadapi masalah ini itu agar dapat kalian bantu.

Aku ingin tak sekadar mengabari bahwa aku akan pulang dalam waktu dekat sehingga tiket dapat kalian siapkan dengan cepat.

Aku ingin tak sekadar bercerita kepada kalian tentang betapa perlunya aku akan sesuatu supaya nantinya kalian dapat membuatnya sampai di tanganku.

Aku ingin dapat menggerakkan diri untuk menghubungi kalian saat aku memang merindukan kalian.

Aku ingin bisa cukup terbuka untuk memaparkan pengalaman membahagiakan yang kualami hanya karena aku rasa hal itu dapat membuat kalian bahagia juga.

Aku ingin memiliki kesempatan untuk membangun sebanyak mungkin kabar baik untuk kukabarkan kepada kalian dan terus mengalokasikan waktu untuk mengabarkannya.

Aku ingin bertahan di sini, tak memanfaatkan liburan untuk kembali, namun dapat membawa oleh-oleh terbaik yang bisa kuberi. 

Aku ingin kalian tahu bahwa sejauh apapun aku ingin pergi, selama apapun aku berada di sisi lain bumi, aku akan kembali. Dan aku sedang belajar untuk mewujudkannya.
Read more

Celotehku Hari Ini Part 4

Guratan demi guratan, sedikit demi sedikit akan aku ulang kembali perjalanan panjang yang sudah lama aku nanti.  Kegagalan di masa lalu sudah aku lupakan dan kini aku punya kehidupan di masa yang akan datang dan akan aku ulang kembali menjadi keajaiban.


Tentang aku dan kehidupan
Bergerak, berjalan, berlari dari kehidupan ke kehidupan
Melihat, mendengar, merasakan perjalanan
Merindu, terdiam, dan berbicara dalam pikiran

Kehidupan adalah kehidupan
Kita mencari di tengah keramaian
Kita bersembunyi di sudut kegelapan
Air sungai mengalir melawati terang menuju kehampaan 

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian
Yang berbicara adalah hati dan pikiran
Yang merasa adalah jiwa yang tenang
Membiarkan semua ini berbisik, melantunkan

Kesendirian itu sepi
Menjadikannya dingin dan berkedinginan
Sesepi belantara hutan diantara pepohonan
Sedingin embun yang menetes di dedaunan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian ini
Tak ada siapa-siapa tak berarti tak ada kehidupan
Tak ada yang memegang tanganku
Dan aku hidup dalam kebebasanku

Kesendirian Celotehku Hari Ini Part 4

Setiap orang, mungkin pernah merasakan yang namanya kesendirian. Kesendirian ini adalah ketika kita merasakan bahwa tak ada yang menemani, entah dalam ruang kosong, bahkan pada keramaian sekalipun. Kesendirian ini, terkadang menyakitkan, atau bahkan membahagiakan.

Dalam kesendirian, kita dapat menemukan cerminan diri kita sendiri. Menemukan siapa kita sebenarnya, dan menjadi apa diri kita sebenarnya. Kita juga menemukan, tentang cap atau label dari orang lain yang sesuai dengan kita, maupun yang tidak sesuai dengan kita sendiri.

‘Saya seorang guru’, ‘saya seorang Sarjana’, ‘saya pelajar’ dll, menjadi tidak bermakna dan tidak berguna ketika berada dalam kesendirian. Status akademik maupun jabatan tidak berpengaruh, melainkan status diri kita sendiri. Sifat kita yang asli bagaimana, dan seperti apa.

Dalam kesendirian, pikiran-pikiran yang terpendam, justru dapat keluar dan teringat kembali seutuhnya. Keinginan-keinginan yang pernah ada, kembali muncul. Khususnya keinginan maupun pikiran yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri, ketika kita ber-imajinasi tentang apa yang kita inginkan.

Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.

Kadang kita juga butuh waktu untuk memahami kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, adalah konsekuensi kita sendiri. Entah itu baik, atau buruk. Satu pilihan, bahkan bisa mengubah orang dalam waktu bertahun-tahun.

Hidup adalah cobaan. Tuhan menciptakan makhluk-Nya untuk hidup di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan untuk diberi cobaan. Musibah atau rasa bahagia, itu merupakan cobaan. Dalam kesendirian, kita dapat memahami maksud dan arti dari cobaan yang diberikan kepada kita. Karena hidup harus dijalani dengan hati yang terbuka, dan menerima.

Kesendirian dapat mendekatkan diri kita dengan Tuhan yang menciptakan kita. Kita kadang suka melupakan Tuhan pada setiap hal. Di dalam kesendirian inilah, waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kita sekaligus meminta kepada Tuhan.

Kadangkala, kesendirian ini menimbulkan rasa sakit. Ya, itu benar. Bagaimana rasanya, di tengah kerumunan, justru kita merasa sendiri karena merasa ditolak oleh lingkungan sekitar? Atau bagaimana rasanya ketika tidak ada teman yang menolong padahal saat kita bahagia, kita tolong

Disinilah, kita merasakan kesendirian sebagai sebuah penyiksaan yang menyakitkan, namun membuat candu. Dalam kesendirian, muncul sakit hati. Memikirkan hal-hal yang buruk menimpa kita. Merasa dijauhi dan sebagainya.

Tapi inilah hidup. Kita butuh kesendirian. Kesendirian, dapat membahagiakan, maupun menyakitkan. Karena sesuatu di dunia ini, mempunyai 2 sisi. Maka, nikmatilah.
Read more

Celotehku Hari Ini Part 3

Dari satu ke dua dan lanjut ke tiga dan lanjut lagi ke empat, dan seterusnya, step by step, selangkah demi selangkah, pelan tapi pasti.  Dari kehidupan sendiri sebenarnya layaknya sebuah drama. Ada rasa dimana hati dan perasaan kita dengan mimpi dan keinginan akan lupakan banyak hal kita manusia mahluk Tuhan sadar akan kesalahan penyesalan dan akhirnya harus meminta ampun padanya, Allah SWT.

Harapan Celotehku Hari Ini Part 3


Seakan berjalannya waktu memberikan pelajaran bagi saya untuk menjadikan seseorang untuk belajar lebih dewasa terhadap diri saya, supaya lebih bisa menerima apa yang telah Tuhan berikan pada saya harus bagaimana dan akan menjadi apa nantinya. Ketika hati merasa mempunyai beban dan pilihan hidup untuk menentukan sesuatu dari banyak hal apapun itu permasalahan yang dihadapi kini dan nanti, harus menentukan pilihan dan menjadi tegas dalam mengambil keputusan, mengharuskan sigap dalam bertindak ataupun melawan untuk bertahan hidup dari acaman yang menuntut diri untuk membela diri.

Mengacu pada hal yang dimiliki pada diri setiap insan.  Berbentuk bayang-bayang dan terkadang semu untuk dipikirkan. Namun, untuk mereka orang-orang yang membebaskan pikirannya dari belenggu dan rasa sakit akan terus menggenggam dengan apa yang dinamakan harapan, mimpi dan cita-cita. Walaupun terlihat kosong dan abstrak dimata para pengguna otak kiri yang notabene adalah mereka yang berpikiran rasional dan berjalan dalam koridor jalan yang telah ditentukan. Meskipun mereka bermimpi, namun mimpi mereka hanyalah dijadikan sebagai pemanis buaian malam semata dibawah dunia alam sadar.

Kebenaran apa yang terkandung dibalik definisi kata harapan, mimpi dan cita-cita yang ditafsirkan beragam dengan alasan tiap individu yang berbeda.  Bukankah yang ada dan teralami sekarang ini lebih baik daripada berharap dari mimpi dan cita-cita yang entah bakal seperti apa di masa yang akan datang. Orang yang berpikir secara praktis tentunya menganggap bahwasannya kenapa harus berharap, bermimpi dan bercita-cta untuk masa depan yang enta kapan datangnya dan bakal seperti apa. Bukankah itu pekerjaan yang sia-sia dan cenderung menghamburkan waktu untuk bersenang-senan dalam masa kini?

Tidak ada batas bagi imajinasi. Kita boleh mengkhayalkan dan bermimpi apa saja. Khayalan atau mimpi tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung anda di “Dunia Nyata”.Bayangkan masa depan, dan biarkan diri anda melaju dengannya. Tinggalkan kendala dibelakang, dan tampilkan hidup yang ingin anda jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan dimulai dari mimpi dan harapan anda. Ciptakan mimpi yang berujung harapan dan cita-cita terbaik, dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.

Kita hanya perlu memilih peran apa yang ingin kita sandang. Dan dalam menjalankan peran yang kita pilih itu, semua adegan adalah kewenangan kita, baik itu apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana kita menjalankannya, atau siapa saja yang terlibat. 

Meraih kesuksesan adalah sebuah pilihan. Merangkai mimpi menuju harapan yang cerah adalah hak untuk setiap orang. Semua insan boleh berharap, berangan menjadi dan melakukan yang terbaik. Semua itu pilihan. Jika memang ingin mendapatkan apa yang selama ini terpatri dalam benak kita itu sebagai cita, maka yang pertama kali harus kita lakukan adalah memilih jalan kesuksesan tersebut. Pilihan itu akan membentuk sebuah paradigma yang kembali akan membentuk attitude kita, karena paradigma itu akan menanamkan sebuah visi yang akan mengarahkan kita kepada apa yang menjadi pilihan hidup kita. 

Semua orang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang “tak akan pernah salah lagi”. Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan, jikalau ia mampu menepis segala keraguan dunia untuk mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Banyak fakta menunjukkan, terbentuknya seseorang menjadi manusia yang hebat adalah karena ia telah mengalami “penderitaan” terlebih dahulu. Penderitaan di sini harus dimaknai dengan lebih luas. Penderitaan di sini lebih menjurus kepada sikap mental yang gigih dan pekerja keras, selalu bersedia mengalami masalah karena justru dari sanalah kematangan yang sebenarnya akan didapatkan. Seringkali kita menemukan, anak yang berasal dari kalangan tidak mampu namun mampu melanjutkan studinya ke jenjang yang tinggi, akan lebih gigih daripada anak yang berasal dari keluarga mapan. Hal itu karena keprihatinan yang melandanya telah membentuk mentalnya menjadi seorang yang pantang menyerah.

Nada sumbing dapat datang dari mana saja, bahkan dari seorang yang sangat dekat dengan kita. Langkah paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan menutup mata terhadap suara-suara tersebut, kecuali yang membuat kita menjadi lebih baik. Orang tak akan pernah lelah untuk mengomentari segala hal yang kita lakukan. Mereka hanya akan berhenti jika kita telah membuktikan kalau kita berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan kita. Karena itu, memendam segala mimpi dalam hati adalah solusi terbaik. Dalam artian, mimpi yang telah kita rangkai tidak perlu kita umbar kepada orang lain secara berlebihan. Cukuplah kita tulis dalam selembar kertas, kita yakini dalam-dalam jika itu benar-benar akan menjadi riwayat hidup kita di kemudian hari, lalu kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan. 

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Bermimpi besar bukanlah pantangan, namun justru kewajiban. Kejarlah mimpi itu. Jadilah pejuang, jangan jadi orang biasa saja. Jadilah sang pemain kehidupan, jangan mau selalu jadi penonton. Jadilah bukti itu sendiri, jangan menunggu bukti dari orang lain. Kita ada untuk berjuang dan berkarya agar dapat bermakna untuk negeri ini.


Kita pasti bisa!!!
Read more

Rabu, 29 Juni 2016

Celotehku Hari Ini Part 2

Celotehku Hari Ini Part 2-Seperti biasanya, ketika mentari mulai merapat dari dasar laut menuju permukaan menepi untuk membubung ke langit. Saat semburat jingga memancar menyampaikan “SELAMAT PAGI”, saat itulah harapan, mimpi, dan do’a-do’a kembali terucap baru lagi. Harapan baru, mimpi baru, dan do’a-do’a baru.

Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, yang biasanya menyapa pagi dengan membuka dua jendela kecil yang bertengger di kerangka kusen kamar kostan, menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari kecil menaiki tangga kostan menjemur pakaian, menyapa pagi yang kemudian hanya dilanjutkan dengan setia menghuni kamar kostan sampai pakaian menjadi kering oleh teriknya matahari.

Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, tidak menyapanya dengan bunyi ‘krek” daun jendela yang sedikit berderit ketika dibuka, tidak menyapanya dengan kesetiaan menghuni kamar kostan sampai lambung mengirim sinyal-sinyal untuk dibasakan, namun hanya menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari menuruni tangga kostan mengambil air hangat untuk minum.

CATUR Celotehku Hari Ini Part 2


Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, pagi ini setelah menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari menuruni tangga kostan mengambil air hangat untuk minum, meneguknya dua tiga teguk, kemudian aku yang sudah berkemas-kemas sebelum shubuh tadi mulai menyandang tas dan berdandan ala anak kuliahan.

Semua tampak berbeda dan sangat berbeda, kata aku pulang tidak lagi seperti dulu, dulu yang selalu ada seseorang yang setia menunggu ketika sore datang. Memberi senyum, memperlakukanku bak sang raja. Ya itu 260 hari yang lalu. Sungguh aku merindukanya, namun kebaikan mu sudah tidak lagi aku jumpai, tak lagi aku rasa dan kunikmati. Terlintas kebaikan bidadari yang tak bisa aku balas dengan apa-apa.

Sudah aku tidak akan membahasnya lagi, aku akan membahas tentang hari ini, hari dimana aku mengerti akan kebaikan. Celotehku Hari ini masih tentang kehidupan, kehidupan dan kebaikan.

Dalam kehidupan, sebisa mungkin berbuat baik pada orang lain, mencari kesempatan membantu orang lain. Berikan kebaikan pada orang pandai maka orang pandai akan memberi keberuntungan, berikan kebaikan pada orang kecil maka orang kecil akan mengeluarkan tenaganya untuk membantu. Orang yang sering membantu orang lain dalam menghadapi kesulitan, bisa dengan mudah mendapat bantuan dari orang lain. Jangan sekali-kali melukai perasaan orang sebab seumpama belati mengiris tubuh, lukanya akan sembuh tapi bekas irisan belati itu akan tetap terlihat sampai kapanpun". 

Seperti itulah nasehat orang tua saya pada saya, dan saya rasa setiap orang tua mengajarkan hal itu pada setiap anak-anaknya meski dengan bahasa yang berbeda.

Saya terkadang merenung terhadap beberapa kejadian-kejadian di lingkungan saya, lantas timbul sebuah pertanyaan.... Apa yang salah  ??

Hidup itu memang tidak mudah, perlu perjuangan, kerja keras dan mental baja....saat kita bertemu dengan orang yang mempunyai perasaan dan hati nurani, betapa bahagianya, tetapi saat kita bertemu dengan orang yang tidak mempunyai perasaan dan hati nurani maka saat itu kita sedang belajar tentang sebuah arti ketulusan, keikhlasan dan belajar tentang ketangguhan hidup.

Tapi perlu diingat bahwa setiap manusia punya keterbatasan dan punya air mata. Terkadang kita memandang kehidupan seseorang dari kulit luar seseorang saja, atau kita hanya mendapat informasi dari beberapa orang lantas kita mengambil sebuah kesimpulan membencinya, cobalah masuk kedalam diri orang tersebut, hapus rasa EGO, perlakukan ia sebagai anak, teman atau sahabat, niscaya akan kita temukan sesuatu yang sangat berarti...Perlakukan setiap manusia layaknya sebagai manusia, hargai dia, bantu dia, jangan celakai dia, jangan semena-mena, sebab jika dikembalikan pada diri kita, bukankah itu sangat menyakitkan ? berbuat baiklah pada sesama niscaya orang itu akan mengingat kebaikan kita sampai kapanpun, sebaliknya,  sampai kapan pun orang akan mengingat setiap keburukan sifat kita.

Orang baik senantiasa mendapat do'a agar selalu berada dalam Ridho-NYA, bahkan sering kita mendengar ada orang yang mengorbankan Nyawanya hanya untuk menolong seorang yang baik.

Setidaknya Tuhan melihat dan mencatat setiap do'a dari orang atas kebaikan yang kita perbuat, pun sebaliknya, Tuhan akan memberikan balasan atas segala keburukan yang kita perbuat, terlebih do'a dari orang-orang yang terianiaya.

Setiap manusia  memiliki porsi problematika hidup, kesedihan, kegundahan, kesakitan, kesempitan, dan juga kebahagiaannya masing-masing.

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak melulu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Kita Selalu punya pilihan tiap hari. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok. Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman itu akan membawamu kepada puncak ke suksesan dan yang terpenting perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat yang tulus, meski mereka berlaku buruk padamu. lngatlah bahwa penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tapi karena siapakah dirimu. 

Seperti itulah celotehku hari ini part 2 jika aku rasa dan aku pahami Tuhan sebenarnya tengah bermain catur dengan kehidupan kita. Dia menggerakkan bidak-bidaknya bernama tantangan, cobaan dan godaan, kemudian duduk kembali melihat reaksi kita. Jadi buatlah langkah terbaik sebelum Tuhan memberi kita Skak Mat.
Read more

Celotehku Hari Ini Part 1

Entahlah apa yang mau kutulis. Sebuah kisah atau sebuah cerita atau apalah. ini cuma gusaran hati yang selalu ingin kuledakkan di kepalaku. ketidak jelasan dalam diri dan ketidak pahaman akan diri. kehidupan ? mudah mungkin, sulit mungkin dan ya mungkin itu yang aku maksud. ini cerita soal kehidupan atau mungkin bisa kusebut sebagai dongeng kekanak-kanakan.

Aku gak tau apa yang ingin aku ceritakan atau apa yang ingin kutuliskan. Aku hanya menempelkan ke 10 jari ku pada keyboard Laptop ini, berharap ada inspirasi yang keluar dari tulisan ini. Ya mungkin orang lain yang membacanya akan merasa bosan dengan tulisanku ini, tapi aku terus mencoba untuk mengetikkan tombol-tombol keyboadr apapun yang kutulis ku berusaha menuliskan apa yang ada didalam kepalaku ini.

A,,OOOO,,,SSEDTTDGHJCG, kau ini sedang menulis apa sich, GAJEBOOO banget ? mungkin itu kritikan orang-orang yang membaca tulisan ini… biarlah,, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ada di pikiranku saat ini. Terima kasih karena telah memberikan masukkan. i am not writer but i want flood up my head.. cieh,, gue ngomong pake bahasa melayuuu parah bangettt….ckckckckck

yupp !!!belajar mencari sebab dan mencari akibat,, banyak orang mengira aku orang sakit jiwa terkadang aku bersikap aneh dan terkadang aku bersikap tak wajar bahkan terkadang aku bersikap sesuai dengan apa yang ada didalam hatiku menjadi pribadi yang terbaik.

Sesuatu yah ??? hahahaahahhahah itu ocehan ku di hari ini.

Kawasaki Ninja 250 rr Celotehku Hari Ini Part 1

Sesuatu yang kan kutuliskan di hari depan mungkin bisa menjadi sesuatu banget bagi diriku, ya karna aku lemah soal ilmu aku lemah soal pengalaman aku lemah soal teori dan aku lemah soal semua hal,, itu penilaianku terhadap diriku sendiri, tapi semua hal ini akan aku coba rubah menjadi sesuatu.

Sesuatu yang sangat berharga bagi hidupku sesuatu yang berharga bagi kehidupanku. Dengan belajar menulis mungkin aku bisa menjadikan hidupku lebih terarah dan bisa menjadi semakin dewasa.

Umurku sudah cukup tua dibandingkan teman-teman yang selalu bersamaku.  Tapi sikapku dan sifatku seperti anak TK yang benar-benar polos.

Aku masih tak mengerti ….ku coba melangkah selangkah demi selangkah mengarahkan hidupku menjadi pribadi yang tanggung.. well, kata orang karena Pribadiku jauh dari Tuhan. oke aku terima saranmu,, aku sadar karena aku memang bukan seorang pemuda seperti itu, aku hanya pemuda yang tak tau bagaimana berterima kasih dan tak tau bagaimana menjadikan hidupku sebagai sesuatu yang bermanfaat.

Tapi aku selalu meyakinkan diriku, kalo aku punya tujuan hidup, tujuan hidup yang selalu membuatku tersadar, selalu membuatku terasa terikat akan diriku sendiri..jari-jariku mulai lemas untuk terus mengetikkan sesuatu, dan, aku berhenti menulis dulu untuk saat ini, namun kenapa rasa ku dan keinginanku mulai membanjiri isi kepala ini. Ouhhhhhhhhhh tidakkk...jari-jariku mulai mengetikan sesuatu yang mengikuti isi hati dan irama dalam otak..sangat cepat dan lebih cepat bahkan tak tentu mengetikan tombol-tombol yang mulai rusak aku tekan-tekan dengan keras dan cepat. STOOPPPP....perintahku kepada jari..STOPP pintaku pada hati..STOPP inginku dan STOPP mauku.Habis sudah kata ini, habis sungguh memang benar-benar habis kesabaranku, yang mulai kesal dengan diri sendiri. Hela dan hembusan nafas panjangku terasa disetiap jari-jari yang masih mengetikan sesutu di atas keyboard yang bermaksud ingin menghentikan aktivitas ini. tapi mengapa belum juga aku berhenti mengetikkan sesuatu.

Dinggg...Dung...bunyii Ponsel disampingku...males aku liat, tetap konsent di ketikan jari-jari ku..sebentar aku penasaran dengan bunyi ponsel tadi, aku liat dulu ya....PING...isi dari pesan tersebut.. wah GAJEBO juga ne orang, ahh diamkan saja, tunggu sebentar,  aku balas dulu "PONK" ketiku di ponsel...Kata-katanya pendek setelah pesan pertama tadi, "SHOLAT" isi dari balasan ke dua ...diam..diam..sepi..dan hening, ku robohkan badanku di tempat tidurku..ku pandangi langit-langit kamar, kupejamkan mata dan zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz....nyenyak, pulas aku tertidur.

Nada sambung ponsel berbunyi keras, membangunkan tidurku yang entah sedari kapan aku tertidur. Se bodo amat ahhhhh masih ngantuk" pikirku ". Tidur lagi aja....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Tunggu dulu, jam berapa ini? ouuuhhhhh tidakkk, sudah waktunya aku mandi dan berangkat kerja.....Ponsel masih masih saja bunyi tanpa aku pedulikan ku buka baju dan bergegas mandi......#sensor ya..wkwkwkwkwkwkKucel, dekil sekali baju ini, tak apalah yang terpenting masih layak pakai"pikirku"...20,30 menit lagi kalo tak buru-buru habislah aku diusir security...Ojek mana ojek...!!!!! Pintu kamar sudah terkunci rapat, langkah kaki panjangku menuju jalan beraspal saja sudah makan waktu 15 menit, masih ada sisa waktu 5 menit lagi..Ojek patas ada tidak ya..ahahahaha....Bunyi motor keras dari seberang langsung menghapiri ku yang memang sudah tau keberadaan ku berjalan mencari ojek.

Warna Hijau pekat, dengan pengemudi setengah baya menawari ku ojek, tanpa melirik ataupun melihat motor yang dikendarainya aku pun bergegas naik dibelakangnya. Wah ternyata ada ya tukang ojek patas pikirku melamun sambil masuk ke area tempat kerja. Ahhh tak usah dipikir, yang terpenting aku tak diusir security berkat bapak ojek dengan motor KAWASAKI NINJA RR 250 CC nya...hahahahahaha.
Read more