Kamis, 09 Februari 2017

Celotehku Hari Ini Part 6

Jika dengan berpikir aku ada, maka dengan menulislah aku mengabadikan keberadaanku. Aku tahu aku pernah menyimpannya di suatu tempat dalam kepala. Membentangkannya jadi uraian memanjang yang terjalin satu sama lain, seperti layaknya dalam badan kaset, ialah pita yang merekam cerita kita.

Kenangan Celotehku Hari Ini Part 6


Aku tahu aku pernah menyimpannya, tapi tak kutemukan juga meski kucari ke sini dan ke sana. “Mungkin ia memang tak pernah benar-benar tersimpan di dalamnya” bisa jadi. Aku pun sadar aku kurang pandai menatanya sehingga bisa saja ia tercecer keluar kepala.  “Atau mungkin belum dicari di tempat yang tepat” bisa jadi. Terlebih gelapnya kepala terlampau pekat sehingga tanpa disadari, terdapat bagian-bagian yang terlewat. Namun, sekarang aku ingin beristirahat sebelum mencari ulang dengan lebih cermat.

Aku memimpikan sebuah wadah yang teramat kedap. Tempat menyimpan kenang-kenangan agar tak serta-merta menguap dan tak jatuh berceceran lalu hilang tanpa jejak. Badannya dari kaca bening tak terlalu besar hingga dapat selalu kujinjing. Bisa kututup dan kubuka kapanpun aku suka isinya pun tampak jelas oleh mata, hingga aku tahu yang mana ada di mana lalu dengan mudah kuraih isinya.

Aku memimpikan sebuah wadah untuk cerita kita wahai sahabat, wahai teman, wahai orang-orang yang dulu pernah bersama-sama.

Aku ingin tak sekadar menghubungi kalian saat uang sakuku menipis menuju terkuras habis.

Aku ingin tak sekadar memaparkan bahwa aku menghadapi masalah ini itu agar dapat kalian bantu.

Aku ingin tak sekadar mengabari bahwa aku akan pulang dalam waktu dekat sehingga tiket dapat kalian siapkan dengan cepat.

Aku ingin tak sekadar bercerita kepada kalian tentang betapa perlunya aku akan sesuatu supaya nantinya kalian dapat membuatnya sampai di tanganku.

Aku ingin dapat menggerakkan diri untuk menghubungi kalian saat aku memang merindukan kalian.

Aku ingin bisa cukup terbuka untuk memaparkan pengalaman membahagiakan yang kualami hanya karena aku rasa hal itu dapat membuat kalian bahagia juga.

Aku ingin memiliki kesempatan untuk membangun sebanyak mungkin kabar baik untuk kukabarkan kepada kalian dan terus mengalokasikan waktu untuk mengabarkannya.

Aku ingin bertahan di sini, tak memanfaatkan liburan untuk kembali, namun dapat membawa oleh-oleh terbaik yang bisa kuberi. 

Aku ingin kalian tahu bahwa sejauh apapun aku ingin pergi, selama apapun aku berada di sisi lain bumi, aku akan kembali. Dan aku sedang belajar untuk mewujudkannya.
Read more

Celotehku Hari Ini Part 4

Guratan demi guratan, sedikit demi sedikit akan aku ulang kembali perjalanan panjang yang sudah lama aku nanti.  Kegagalan di masa lalu sudah aku lupakan dan kini aku punya kehidupan di masa yang akan datang dan akan aku ulang kembali menjadi keajaiban.


Tentang aku dan kehidupan
Bergerak, berjalan, berlari dari kehidupan ke kehidupan
Melihat, mendengar, merasakan perjalanan
Merindu, terdiam, dan berbicara dalam pikiran

Kehidupan adalah kehidupan
Kita mencari di tengah keramaian
Kita bersembunyi di sudut kegelapan
Air sungai mengalir melawati terang menuju kehampaan 

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian
Yang berbicara adalah hati dan pikiran
Yang merasa adalah jiwa yang tenang
Membiarkan semua ini berbisik, melantunkan

Kesendirian itu sepi
Menjadikannya dingin dan berkedinginan
Sesepi belantara hutan diantara pepohonan
Sedingin embun yang menetes di dedaunan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian ini
Tak ada siapa-siapa tak berarti tak ada kehidupan
Tak ada yang memegang tanganku
Dan aku hidup dalam kebebasanku

Kesendirian Celotehku Hari Ini Part 4

Setiap orang, mungkin pernah merasakan yang namanya kesendirian. Kesendirian ini adalah ketika kita merasakan bahwa tak ada yang menemani, entah dalam ruang kosong, bahkan pada keramaian sekalipun. Kesendirian ini, terkadang menyakitkan, atau bahkan membahagiakan.

Dalam kesendirian, kita dapat menemukan cerminan diri kita sendiri. Menemukan siapa kita sebenarnya, dan menjadi apa diri kita sebenarnya. Kita juga menemukan, tentang cap atau label dari orang lain yang sesuai dengan kita, maupun yang tidak sesuai dengan kita sendiri.

‘Saya seorang guru’, ‘saya seorang Sarjana’, ‘saya pelajar’ dll, menjadi tidak bermakna dan tidak berguna ketika berada dalam kesendirian. Status akademik maupun jabatan tidak berpengaruh, melainkan status diri kita sendiri. Sifat kita yang asli bagaimana, dan seperti apa.

Dalam kesendirian, pikiran-pikiran yang terpendam, justru dapat keluar dan teringat kembali seutuhnya. Keinginan-keinginan yang pernah ada, kembali muncul. Khususnya keinginan maupun pikiran yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri, ketika kita ber-imajinasi tentang apa yang kita inginkan.

Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.

Kadang kita juga butuh waktu untuk memahami kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, adalah konsekuensi kita sendiri. Entah itu baik, atau buruk. Satu pilihan, bahkan bisa mengubah orang dalam waktu bertahun-tahun.

Hidup adalah cobaan. Tuhan menciptakan makhluk-Nya untuk hidup di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan untuk diberi cobaan. Musibah atau rasa bahagia, itu merupakan cobaan. Dalam kesendirian, kita dapat memahami maksud dan arti dari cobaan yang diberikan kepada kita. Karena hidup harus dijalani dengan hati yang terbuka, dan menerima.

Kesendirian dapat mendekatkan diri kita dengan Tuhan yang menciptakan kita. Kita kadang suka melupakan Tuhan pada setiap hal. Di dalam kesendirian inilah, waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kita sekaligus meminta kepada Tuhan.

Kadangkala, kesendirian ini menimbulkan rasa sakit. Ya, itu benar. Bagaimana rasanya, di tengah kerumunan, justru kita merasa sendiri karena merasa ditolak oleh lingkungan sekitar? Atau bagaimana rasanya ketika tidak ada teman yang menolong padahal saat kita bahagia, kita tolong

Disinilah, kita merasakan kesendirian sebagai sebuah penyiksaan yang menyakitkan, namun membuat candu. Dalam kesendirian, muncul sakit hati. Memikirkan hal-hal yang buruk menimpa kita. Merasa dijauhi dan sebagainya.

Tapi inilah hidup. Kita butuh kesendirian. Kesendirian, dapat membahagiakan, maupun menyakitkan. Karena sesuatu di dunia ini, mempunyai 2 sisi. Maka, nikmatilah.
Read more

Celotehku Hari Ini Part 3

Dari satu ke dua dan lanjut ke tiga dan lanjut lagi ke empat, dan seterusnya, step by step, selangkah demi selangkah, pelan tapi pasti.  Dari kehidupan sendiri sebenarnya layaknya sebuah drama. Ada rasa dimana hati dan perasaan kita dengan mimpi dan keinginan akan lupakan banyak hal kita manusia mahluk Tuhan sadar akan kesalahan penyesalan dan akhirnya harus meminta ampun padanya, Allah SWT.

Harapan Celotehku Hari Ini Part 3


Seakan berjalannya waktu memberikan pelajaran bagi saya untuk menjadikan seseorang untuk belajar lebih dewasa terhadap diri saya, supaya lebih bisa menerima apa yang telah Tuhan berikan pada saya harus bagaimana dan akan menjadi apa nantinya. Ketika hati merasa mempunyai beban dan pilihan hidup untuk menentukan sesuatu dari banyak hal apapun itu permasalahan yang dihadapi kini dan nanti, harus menentukan pilihan dan menjadi tegas dalam mengambil keputusan, mengharuskan sigap dalam bertindak ataupun melawan untuk bertahan hidup dari acaman yang menuntut diri untuk membela diri.

Mengacu pada hal yang dimiliki pada diri setiap insan.  Berbentuk bayang-bayang dan terkadang semu untuk dipikirkan. Namun, untuk mereka orang-orang yang membebaskan pikirannya dari belenggu dan rasa sakit akan terus menggenggam dengan apa yang dinamakan harapan, mimpi dan cita-cita. Walaupun terlihat kosong dan abstrak dimata para pengguna otak kiri yang notabene adalah mereka yang berpikiran rasional dan berjalan dalam koridor jalan yang telah ditentukan. Meskipun mereka bermimpi, namun mimpi mereka hanyalah dijadikan sebagai pemanis buaian malam semata dibawah dunia alam sadar.

Kebenaran apa yang terkandung dibalik definisi kata harapan, mimpi dan cita-cita yang ditafsirkan beragam dengan alasan tiap individu yang berbeda.  Bukankah yang ada dan teralami sekarang ini lebih baik daripada berharap dari mimpi dan cita-cita yang entah bakal seperti apa di masa yang akan datang. Orang yang berpikir secara praktis tentunya menganggap bahwasannya kenapa harus berharap, bermimpi dan bercita-cta untuk masa depan yang enta kapan datangnya dan bakal seperti apa. Bukankah itu pekerjaan yang sia-sia dan cenderung menghamburkan waktu untuk bersenang-senan dalam masa kini?

Tidak ada batas bagi imajinasi. Kita boleh mengkhayalkan dan bermimpi apa saja. Khayalan atau mimpi tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung anda di “Dunia Nyata”.Bayangkan masa depan, dan biarkan diri anda melaju dengannya. Tinggalkan kendala dibelakang, dan tampilkan hidup yang ingin anda jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan dimulai dari mimpi dan harapan anda. Ciptakan mimpi yang berujung harapan dan cita-cita terbaik, dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.

Kita hanya perlu memilih peran apa yang ingin kita sandang. Dan dalam menjalankan peran yang kita pilih itu, semua adegan adalah kewenangan kita, baik itu apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana kita menjalankannya, atau siapa saja yang terlibat. 

Meraih kesuksesan adalah sebuah pilihan. Merangkai mimpi menuju harapan yang cerah adalah hak untuk setiap orang. Semua insan boleh berharap, berangan menjadi dan melakukan yang terbaik. Semua itu pilihan. Jika memang ingin mendapatkan apa yang selama ini terpatri dalam benak kita itu sebagai cita, maka yang pertama kali harus kita lakukan adalah memilih jalan kesuksesan tersebut. Pilihan itu akan membentuk sebuah paradigma yang kembali akan membentuk attitude kita, karena paradigma itu akan menanamkan sebuah visi yang akan mengarahkan kita kepada apa yang menjadi pilihan hidup kita. 

Semua orang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang “tak akan pernah salah lagi”. Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan, jikalau ia mampu menepis segala keraguan dunia untuk mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Banyak fakta menunjukkan, terbentuknya seseorang menjadi manusia yang hebat adalah karena ia telah mengalami “penderitaan” terlebih dahulu. Penderitaan di sini harus dimaknai dengan lebih luas. Penderitaan di sini lebih menjurus kepada sikap mental yang gigih dan pekerja keras, selalu bersedia mengalami masalah karena justru dari sanalah kematangan yang sebenarnya akan didapatkan. Seringkali kita menemukan, anak yang berasal dari kalangan tidak mampu namun mampu melanjutkan studinya ke jenjang yang tinggi, akan lebih gigih daripada anak yang berasal dari keluarga mapan. Hal itu karena keprihatinan yang melandanya telah membentuk mentalnya menjadi seorang yang pantang menyerah.

Nada sumbing dapat datang dari mana saja, bahkan dari seorang yang sangat dekat dengan kita. Langkah paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan menutup mata terhadap suara-suara tersebut, kecuali yang membuat kita menjadi lebih baik. Orang tak akan pernah lelah untuk mengomentari segala hal yang kita lakukan. Mereka hanya akan berhenti jika kita telah membuktikan kalau kita berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan kita. Karena itu, memendam segala mimpi dalam hati adalah solusi terbaik. Dalam artian, mimpi yang telah kita rangkai tidak perlu kita umbar kepada orang lain secara berlebihan. Cukuplah kita tulis dalam selembar kertas, kita yakini dalam-dalam jika itu benar-benar akan menjadi riwayat hidup kita di kemudian hari, lalu kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan. 

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Bermimpi besar bukanlah pantangan, namun justru kewajiban. Kejarlah mimpi itu. Jadilah pejuang, jangan jadi orang biasa saja. Jadilah sang pemain kehidupan, jangan mau selalu jadi penonton. Jadilah bukti itu sendiri, jangan menunggu bukti dari orang lain. Kita ada untuk berjuang dan berkarya agar dapat bermakna untuk negeri ini.


Kita pasti bisa!!!
Read more